Hong Kong Laporkan Kasus Pertama Efek Samping Vaksin Covid

Setelah dilakukan vaksinasi, muncul laporan efek samping berupa reaksi alergis. “Tentunya dengan divaksin, sistem kekebalan tubuh kita akan meningkat dan mampu melawan virus Covid-19 bila terpapar,” ungkapnya. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Purwanti mengatakan saat ini tengah menjalankan vaksinasi kedua tahap pertama untuk tenaga kesehatan di rumah sakit, puskesmas dan klinik. Faktanya memang tidak ada vaksin yang dalam uji klinis tahap three memberikan kemanjuran 100 persen.

Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr., Sp.A, MM. yang merupakan guru Besar UNPAD sekaligus Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Sinovac menegaskan bahwa kejadian anafilaktik pasti akan terjadi untuk penyuntikan skala besar. Profesor Hindra pun menambahkan vaksin Covid-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan. Sedangkan suntikan kedua untuk booster, yang menguatkan respons imun yang terbentuk. Sebagian kisah-kisah yang beredar di media sosial itu dilebih-lebihkan, atau bahkan tanpa dasar sama sekali.

Efektivitasnya turun menjadi 62 persen jika diberikan dalam dua dosis penuh, selang four minggu. Meski demikian, vaksin AstraZeneca masih tetap efektif setelah digunakan 12 minggu antardosis. Selain itu, setiap vaksin memiliki perbedaan waktu dalam pemberian dosis kedua. AstraZeneca merekomendasikan jeda 4 minggu, diperpanjang hingga 12 minggu untuk penyuntikan kedua.

Salah satu upaya pemerintah yang saat ini akan segera digulirkan adalah program vaksinasi COVID-19. Vaksin COVID-19 diharapkan menjadi penentu dalam mengatasi pandemi COVID-19 ini, dan seluruh negara di dunia sedang melakukan upaya yang sama. Menurut rencana, program vaksinasi COVID-19 di Indonesia akan memprioritaskan terlebih dulu tenaga kesehatan, aparat hukum, tokoh agama, dan aparatur pemerintah pusat sampai daerah. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga mengumumkan bahwa vaksinasi akan digratiskan bagi seluruh rakyat Indonesia. Belum tuntas kasus penggunaan tes usap antigen bekas di Sumut, muncul kasus penjualan vaksin Covid-19 bantuan pemerintah oleh dua orang dokter dan pegawai Dinas Kesehatan Sumut. Terkait hal tersebut, di tengah masyarakat beredar anggapan bahwa efek samping vaksin AstraZeneca cenderung lebih keras dari vaksin Sinovac.

Dalam uji klinis di Bandung (dengan 1.600 sukarelawan), vaksin asal Biejing Sinovac memberikan efikasi 65 persen , AstraZeneca asal London 70 persen, Pfizer dari Amerika 94 persen, dan seterusnya. Regulator Eropa menyimpulkan efek samping vaksin AstraZenaca bukanlah alasan untuk meragukan keamanannya. Sebuah penelitian di Skotlandia yang mencakup 5,four juta orang menjadi buktinya. Efek selain kantuk yaitu nyeri otot, setelah divaksin ada yang merasa pusing hingga hampir pingsan, semua gejala tersebut, baru hilang beberapa menit setelah ia menerima ibuprofen. Biasanya hal tersebut terjadi karena kondisi tubuh yang kurang match, kurang tidur, tidak sarapan, dan menstruasi hari pertama. JawaPos.com – Thailand akan terus menggunakan vaksin Covid-19 dari Tiongkok, Sinovac, meski ada enam laporan efek samping seperti stroke yang tidak biasa di antara penerima.

Kami akan terus memantau perkembangan uji klinis dan perkembangan status kehalalannya,” kata Wiku. Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran , Prof Dr Kusnandi Rusmil menyebut hasil uji klinis vaksin Sinovac aman. Namun untuk beberapa situasi tertentu vaksin ini tetap memiliki efek samping yang mungkin tidak semua orang mengalaminya. Sementara itu, untuk vaksin Sinovac, yang sudah disuntikkan di Indonesia, dari uji yang dilakukan di Bandung menunjukkan efek sampingya hanya nyeri di lokasi suntikan, demam, kelelahan.

Efek samping dari vaksin Sinoviac

Anggota Komisi IX DPR, Dewi Asmara menilai, Komnas KIPI juga perlu memperluas sosialisasi efek samping vaksin covid-19 ini. Harapannya, agar penerima vaksin bisa lebih mudah untuk pengawasan jika mengalami efek samping. “Secara internasional, kebijakan EUA ini selaras dengan panduan WHO, yang menyebutkan bahwa EUA dapat ditetapkan dengan beberapa kriteria. Pertama, telah ditetapkan keadaan kedaruratan kesehatan masyarakat oleh Pemerintah.

“Efikasi vaksin sebesar 65,3% dari hasil uji klinik di Bandung tersebut menunjukkan harapan bahwa vaksin ini mampu untuk menurunkan kejadian penyakit COVID-19 hingga 65,3%,” ujar Kepala Badan POM. Secara umum vaksin COVID-19 memiliki efek samping ringan dan cepat hilang. Keenam vaksin yang masuk dalam daftar pemerintah ini memiliki dosis, efektivitas, efek samping, dan keamanan yang berbeda-beda. Target program vaksinasi yakni mereka yang berusia tahun tanpa komorbid atau penyakit penyerta. Jadi sebelum divaksin, petugas akan mengecek dan menanyakan rekam medis Anda. Orang di luar kelompok tersebut diharapkan menunggu sampai ada vaksin yang aman untuk usia lanjut ataupun mereka yang memiliki komorbid.