Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan Provinsi selanjutnya mendistribusikan vaksin dan peralatan pendukung ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Selanjutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mendistribusikan ke puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan lain di wilayahnya. Prioritas sasaran yang akan divaksinasi menurut Roadmap WHO SAGE adalah petugas kesehatan yang berisiko tinggi hingga sangat tinggi untuk terinfeksi Covid-19. Berikutnya adalah kelompok dengan risiko kematian atau penyakit yang berat . Indikasi pemberian disesuaikan dengan profil keamanan masing-masing vaksin.

Selain itu, petugas wajib mengenakan masker bedah atau masker medis dan apabila diperlukan memakai sarung tangan pada saat melakukan penataan vaksin di vaccine refrigerator atau tempat penyimpanan vaksin lainnya. Petugas penyimpan vaksin wajib mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah menangani vaksin dan logistik vaksinasi lainnya. Saat dalam proses pendistribusian, vaksin disimpan dalam chilly room, vaccine fridge, dan tempat penyimpanan vaksin lain yang sesuai dengan jenis vaksin Covid-19 pada suhu yang direkomendasikan. Peralatan pendukung dan logistik lainnya, seperti auto disable syringe, security box, alcohol swab, disimpan pada space atau ruang yang telah ditentukan di dalam instalasi farmasi. Distribusi dari tingkat pusat sampai ke tingkat provinsi dilakukan melalui udara atau darat menggunakan kendaraan berpendingin khusus, cold box, atau alat transportasi vaksin lainnya yang sesuai dengan jenis vaksin Covid-19.

Sembari menunggu giliran untuk mendapatkan suntikan vaksin sebaiknya kita tetap waspada dalam menjaga kesehatan dan selalu memenuhi protokol kesehatan yang ada. Kurangi interaksi langsung dengan orang lain di tempat umum dan selalu #stayathome jika tidak ada kebutuhan yang mendesak. Vaksinasi mandiri juga telah mendapatkan izin dari pemerintah, vaksinasi ini disebut sebagai vaksinasi Gotong Royong.

Jika warga tersebut telah menetap atau tinggal lama di Kota Pekanbaru, dapat meminta surat keterangan domisili. Sedangkan untuk tenaga publik, harus mendaftar melalui masing-masing instansi dan organisasi yang menaungi. Lalu bagaimana cara masyarakat untuk bisa mendapatkan vaksin covid-19 secara gratis ini.

Cara mendapatkan vaksin covid

Pada saat didistribusikan, vaksin ditempatkan pada chilly field atau vaccine provider. Distribusi juga dapat menggunakan alat transportasi vaksin lainnya yang sesuai dengan jenis vaksin Covid-19. Selanjutnya, dilakukan penyimpanan vaksin di vaccine refrigerator atau tempat penyimpanan vaksin sesuai dengan jenis vaksin Covid-19.

Mereka yang ingin cepat mendapatkan vaksin nekat berpaling ke negara-negara lain, termasuk Rusia. Peserta dapat mengunjungi situs resmi Kemenkes , sehatnegeriku.kemenkes.go.id, atau situs resmi KPCPEN covid19.go.id. Di dalamnya terdapat daftar tautan yang dapat dipilih sesuai lokasi tinggal.

Faktanya, pendaftaran melalui layanan ini sudah tidak lagi dilayani, setidaknya untuk sementara waktu. Cek jadwal vaksin COVID-19 juga bisa dilihat dari petunjuk teknis resmi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan RI. Untuk cek jadwal vaksin COVID-19 lainnya, bisa melalui Whatsapp Kemenkes.

Indonesia menargetkan 181,5 juta warga mendapatkan vaksinasi dari bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2022. Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Menteri Kesehatan, Indonesia sudah mengamankan a hundred twenty five juta dosis vaksin Sinovac dan masih memiliki opsi untuk menambah one hundred juta dosis jika memang dibutuhkan. Vaksin Covid-19 menjadi salah satu cara untuk menekan angka virus corona di Indonesia. Hal itu sudah tercapai, meskipun ada beberapa tercecer belum dapat karena kondisi tenaga kesehatan yang belum memungkinkan untuk divaksin. Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengatakan, harga vaksin yang dibandrol untuk program vaksinasi Gotong Royong adalah Rp375 ribu per dosis, dan biaya penyuntikannya Rp125 ribu per dosis.

Setelah itu, pada 14 Januari 2021 progam vaksinasi berlanjut untuk kelompok pertama yang diprioritaskan mendapat vaksin. Kelompok pertama tersebut adalah paramedis, TNI, Polri, aparat hukum, dan pelayanan publik sebanyak three,four juta orang dengan complete kebutuhan 6,9 juta dosis. Pelaksanaan pemberian vaksin corona akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kelompok prioritas seperti tenaga medis dan petugas pelayanan publik.

Jika memiliki penyakit paru , vaksinasi ditunda sampai kondisi pasien terkontrol baik. Untuk pasien TBC dalam pengobatan dapat diberikan vaksinasi, minimal setelah dua minggu mendapat obat anti tuberkulosis. Mulai thirteen Januari 2021, vaksinasi Covid-19 untuk mengatasi pandemi telah dimulai.