Delta Belum Usai, Muncul Lagi Varian Baru Covid 19 Bernama “lambda”

Jokowi mengklaim, saat ini pemerintah menyebut Covid-19 sudah mulai dapat dikendalikan. Hal itu terlihat dari angka keterisian tempat tidur di Wisma Atlet yang mulai mengalami penurunan dari yang tadinya ninety persen menjadi 38 persen. “Ekonomi world pun juga, ekonomi kita juga sama, virus Delta ini muncul juga langsung kasus positif menjadi naik secara drastis,” katanya.

Sebab data dari beberpa penelitian awal menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 memberikan perlindungan “minimal” terhadap serangan virus ini. Dalam artian, varian ini agak resisten terhadap beberapa vaksin yang sedang dikembangkan. Mereka yang jatuh sakit akibat varian virus corona B.1.351 setelah menerima vaksin mengalami penyakit ringan atau sedang. Kekhawatiran lainnya adalah virus ini mungkin memiliki kemampuan untuk menginfeksi kembali orang yang telah pulih dari virus corona. Mungkin, kata Pepper, hal itu terjadi karena sel-selnya mungkin bagus dalam menanggapi versi virus yang terkait erat yang dapat muncul.

Melalkukan berbagai tindakan preventif sebagai bagian menjaga diri kita masing-masing dengan mematuhi anjuran dari para ahli tentang wabah tersebut. Sementara, dalam rekomendasi untuk masalah hilir di fasilitas pelayanan kesehatan, telah terjadi hole atau ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran. Artinya, terjadi lonjakan atau overkapasitas pasien serta kekurangan sarana dan SDM. Untuk memecahkan masalah tersebut, tenaga, fasilitas kesehatan, serta perhatian terhadap keselamatan dan kesejahteraan nakes harus ditambah. ”Lonjakan jumlah pasien diharapkan berkurang secara bertahap dengan mengatasi masalah hulu di masyarakat,” ujarnya.

Sebab setiap menit waktu yang dihabiskan untuk berbelanja di dalam ruangan akan meningkatkan risiko tertular. Selalu gunakan masker dengan baik dan benar karena jika jarak antar orang tidak bisa dikendalikan maka satu-satunya pelindung bagi diri kita adalah masker yang dipakai dengan baik dan benar. Bila memungkinkan, gunakan opsi drive through atau layanan pengiriman untuk mengurangi paparan.

Beberapa varian baru sudah muncul saat ini

Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam telekonferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 10 Mei 2021 mengatakan varian atau mutasi virus Corona banyak ditemukan di Sumatera dan Kalimantan . Asep mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dan melaksanakan vaksinasi. Informasi mengenai karakteristik virologi, epidemiologi, dan klinis dari varian tersebut muncul dengan cepat. CDC, bekerja sama dengan badan kesehatan masyarakat lainnya, memantau situasi dengan cermat.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang telah mendapatkan 2 dosis vaksin COVID, seperti vaksin Astrazeneca dan vaksin Pfizer, memiliki antibodi yang cukup untuk melawan COVID-19 varian Delta. Beberapa orang yang positif COVID-19 varian Delta tercatat tidak memiliki gejala, tetapi sebagian besar lainnya mengalami keluhan yang bertambah parah dalam waktu 3–4 hari. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menunjukkan apakah varian ini dapat meningkatkan penyebaran virus yang sudah astronomis. Sejauh ini, ilmuwan dari Pusat Pengendalian AIDS Aaron Diamond di Universitas Columbia dan di tempat lain yang menguji versi buatan laboratorium dari mutasi virus terhadap darah orang yang divaksinasi. Ditambah lagi, penyebaran virus yang tidak terkendali di seluruuh dunia membuat virus memiliki banyak kesempatan untuk terus bermutasi.

Selain itu, vaksinasi juga merupakan pilihan efektif untuk memberikan perlindungan terhadap beragam varian virus Corona yang baru, temasuk Alfa, Beta, Gamma, Delta, Lambda, dan Kappa. Menurut Dr. Erlina Burhan, MSc, SpP dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menyatakan varian baru virus Corona ini selain bisa menularkan pada orang yang belum pernah terkena Covid-19, juga dapat menginfeksi penyintas Covid 19. Hasilnya menunjukkan adanya tanda infeksi pada paru-paru dan kadar sel darah putih yang rendah. COVID-19 varian Delta bisa menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada setiap orang. Berbagai gejala COVID-19 akibat infeksi virus Corona varian Delta ini juga bisa bersifat ringan hingga berat.

Terkait mutasi atau varian baru di Indonesia, lanjut Nadia, masih terus diteliti dan melakukan pengujian pada 786 laboratorium.

Selain itu, ada juga manfaat tutup usia karena faktor alami dan santunan rumah sakit bagi Anda. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menegaskan, kunci utama memutus mata rantai COVID-19 adalah disiplin 3M. Kepatuhan protokol kesehatan akan efektif mencegah penularan akan lebih mudah dilakukan jika pelaksanaannya kolektif, tidak sendiri-sendiri sehingga masyarakat perlu saling mengingatkan atas pentingnya mematuhi protokol kesehatan. Kampanye 3M merupakan satu paket protokol kesehatan yang sangat diperlukan masyarakat untuk mencegah penularan COVID-19. Himbauan ini perlu dipatuhi dan dijalankan secara disiplin, mengingat langkah ini adalah rekomendasi dari para ahli dan dokter.

Menurutnya, masih perlu bukti lebih lanjut untuk mengetahui efek yang ditimbulkan virus Corona varian baru tersebut. Dan dirinya menyarankan untuk mengikuti praktik terbaik yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit . Di Jawa Tengah, Agen PAY4D Ganjar menyebutkan konfirmasi pertama kasus tersebut muncul di Kabupaten Kudus dan diikuti tren kenaikan kurva kasus Covid 19 di wilayah tersebut hingga berstatus zona merah. Keputusan politik masing-masing pemda untuk mengurangi kenaikkan kasus secara cepat sangat diperlukan.