Beberapa Konspirasi Mengenai Vaksin

Sebastian Shemirani, putra Kate Shemirani, menggambarkan ibunya sebagai “berbahaya”, dan percaya bahwa dia harus dituntut oleh hukum, katanya dalam sebuah wawancara dengan BBC Radio four. Dia menjadi berita utama sekali lagi dalam demonstrasi karena meminta rincian pekerja medis untuk dikirim kepadanya, dan merujuk ke pengadilan Nuremberg, di mana Nazi dituntut atas peran mereka dalam Holocaust dan kejahatan perang lainnya. Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs internet ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.

Ibarat seseorang membeli buah mangga melalui transaksi jual beli yang sah dan halal maka pembeli tidak perlu menanyakan pada penjualnya dari mana mangga ini berasal. Apakah di tanam di tanah sengketa atau diberi pupuk najis dan seterusnya. Pertimbangan hukum kedua soal kebolehan istihalah dengan mengutip pendapat Hanafiah dan Malikiyah. Adapun penggunaan vaksin AstraZeneca yang haram ini atas dasar pertimbangan kemendesakan yang berskala nasional maka diperbolehkan . Dengan catatan bahwa hukum boleh ini sifatnya sementara sampai ada vaksin baru yang statusnya halal dan thayyib. Pemerintahpun memberikan apresiasi yang maksimal dengan hadirnya Presiden Jokowi menyaksikan langsung proses vaksinasi AstraZeneca di Jombang dan Sidoarjo tersebut.

Selain itu, mereka menyebutkan bahwa korona itu tak ada dan konspirasi belaka. Begitu covid-19 itu kian merajalela, bahkan menimpa para penyangkal itu, penolakan protokol kesehatan mulai berkurang. “Ada banyak desas-desus tentang vaksin, tetapi salah satu yang beredar di kalangan muslim adalah bahwa vaksinasi itu adalah taktik untuk Kong Slot mengendalikan populasi muslim,” tambahnya. “Kondisi itu adalah mimpi buruk, pemerintah tidak membantu kami. Warga saling membantu, tetapi tidak ada tempat tidur di rumah sakit,” Asha Devi, seorang ibu rumah tangga dari Hathras, mengatakan kepada DW. “Kita semua sekarang berurusan dengan banjir statistik dan interpretasi bilangan R.

Beberapa konspirasi mengenai vaksin

Melalui akun pinjaman itu, cukup mudah menemukan beragam unggahan anti-vaksin COVID-19. Dalam rentang Desember 2020 hingga Februari 2021, atau sejalan kabar distribusi vaksin segera dilakukan pemerintah, ada puluhan unggahan bernada serupa, yakni menolak vaksin COVID-19. Namun, orang yang punya keyakinan sama dengan ‘Pak Haji’ ini tak sedikit. Saya bertemu Sigit, namanya minta disamarkan, teknisi bengkel berumur 25 tahun di bilangan Jatinegara, Jakarta Timur. Ia tak percaya COVID-19 sejak awal virus ini muncul yang bikin merah seluruh Indonesia. Ia menyebut “COVID-19 sebetulnya kayak sakit biasa.” Ia berkata orang yang takut terhadap virus ini “lebay”.

Di tengah kampanye vaksinasi world yang saat ini dilakukan diseluruh dunia, muncul berbagai teori konspirasi yang cukup meresahkan dan bisa menghambat upaya untuk melawan pandemi. Pada Februari lalu, Bill dan Melinda Gates Foundation diketahui menyumbangkan Rp1,4 triliun untuk keperluan penelitian vaksin virus corona. Donasi itu dia berikan, setelah WHO mengumumkan bahwa dibutuhkan setidaknya Rp9,8 triliun untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Hasil survei justru menunjukkan masyarakat yang ragu-ragu terhadap teori konspirasi justru mendominasi. Teori konspirasi kedua sampai keenam didominasi masyarakat yang ragu-ragu dengan persentase 50 sampai 87 persen. Menurut Amelinda Pandu Kusumaningtyas, peneliti senior CfDS UGM, teori konspirasi yang paling banyak dipercaya masyarakat adalah teori pertama dan keenam.

Tentang perkembangan vaksin terkini, Wiku menyampaikan bahwa Pemerintah masih menyelesaikan tahapan pengembangan uji klinis fase three yang dilakukan di Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat. Dalam pengembangan vaksin, Wiku menjelaskan ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Teguh Aprianto, co-founder Komunitas Ethical Hacker Indonesia, menilai pendekatan pemerintah mestinya melawan balik dengan narasi maupun informasi yang jelas dan mudah dipahami soal vaksinasi, bukan mengedepankan sanksi atau hukuman. Salah satunya bernama ‘A Voice for Choice’, bermarkas di California, AS. Misi organisasi ini mendukung hak-hak masyarakat untuk memperoleh informasi lengkap terhadap produk farmasi. Ada orang-orang percaya COVID-19 cuma akal-akalan “elite global” dan meyakini vaksinasi untuk “menanam mikrocip” di tubuh kita.

Kalau ada dua atau lebih hasil keputusan ijtihad yang berbeda dan bertentangan dalam satu persoalan yang sama maka semuanya benar menurut keyakinan masing-masing mujtahidnya. Hasil ijtihad tidak bisa mengkoreksi hasil ijtihad yang lain, al-ijtihadu la yunqadlu bil ijtihad. Sedang, MUI Jatim dan PWNU Jatim berpegang pada hasil akhir dari pembuatan vaksin bukan pada prosesnya. Kalau tidak ada atau terlihat unsur babi maka hukumnya suci dan halal. Ini sesuai ketentuan fiqh, nahnu nahkumu bid dlawahir wa Allah yatawalla bis sara-ir. Syariat tidak menuntut untuk menyelidiki lebih dalam dan mendetail bagaimana asal dan prosesnya yang penting hasil akhirnya tidak terdapat unsur najis dan haram maka hukumnya suci dan halal.